Jumat, 10 April 2009

Matematika dan Filsafat

Matematika adalah himpunan dari nilai kebenaran, dalam bentuk suatu himpunan pernyataan yang dilengkapi dengan bukti, dan bahwa fungsi dari filsafat matematika adalah untuk menentukan kepastian dari kebesaran ini.
Peranan filsafat matematika adalah untuk merefleksikan, dan memberikan pertanggungjawaban akan matematika.
Hal yang harus tercakup dalam filsafat matematika dari pada sekedar pembenaran pengetahuan matematika, walaupun melalui penyusunan kembali dasar – dasar pemrogramannya. Matematika adalah berisi banyak dan sebagai suatu pengetahuan proposisi, matematika dapat dijelaskan melalui konsepnya, sifat – sifatnya, sejarah dan kegunaannya.
Dari pandangan kaum Fillibist, matematika dipandamg sebagai suatu disiplin ilmu yang tidak dapat dipecah – pecah dari keseluruhan pengetahuan manusia.
Kaum absolutists memandang matematika sebagai suatu tujuan yang bebas dari nilai – nilai moral dan nilai – nilai kemanusiaan.
Matematika tidak pernah lahir dari filsafat, melainkan keduanya berkembang secara bersama – sama dengan saling memberikan persoalan – persoalan sebagai bahan masuk dan umpanbalik.
Hubungan timbal – balik dan saling pengaruh antara filsafat dan matematika, dipacu oleh filsuf Zeno dari Elea. Beliau memperbincangkan paradoks – paradoks yang bertalian dengan pengertian – pengertian gerak, waktu, dan ruang yang kemudian selama berabad – abad membingungkan pada filsuf dan ahli matematika.
Seorang filsuf besar dari Yunani Kuno setelah masa hidup Zeno yang menegaskan hubungan yang amat erat antara matematik dan filsafat ialah Plato. Plato menegaskan bahwa geometri sebagai pengetahuan ilmiah berdasarkan akal murni menjadi kunci kea rah pengetahuan dan kebenaran filsafati serta bagi pemahaman mengenai sifat alami dari kenyataan yang terakhir (the nature of ultimate reality). Menurut Plato geometri merupakan suatu ilmuyang dengan akal murni membuktikan proposisi – proposisi abstrak mengenai hal – hal abstrak seperti misalnya garis lurus, segitiga atau lingkaran yang sempurna. Bentuk – bentuk geometris yang abstrak ini dianggap lebih nyata daripada benda – benda fisik biasa yang melukiskan bentuk – bentuk itu secara tak sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar